Mengenal Penyebab Diare dan Cara Mengatasinya

Pernahkah anda mengalami diare? Jawabanya pasti. Setiap orang pasti kerap terkena diare bahkan diare sering menyerang anak-anak remaja dan bahkan tidak mengenal orang dewasa sekalipun itu. Diare biasanya dikenal dengan suatu kondisi dimana buang air besar yang bisa menjadi encer akibat gerakan peristalsik usus yang lebih cepat. Penyebab timbulnya diare salah satunya dapat terjadi karena keracunan makanan, adanya infeksi kuman, stres pikiran, dan banyak faktor lain.


Tak heran jika diare bisa sembuh dengan sendirnya dikarenakan diare merupakan factor tubuh atau mekanisme tubuh dimana untuk membuang racun atau kuman yang ada diusus. Dikaitkan dengan diare yang terjadi pada anak kecil, biasanya terjadi yang hampir banyak terjadi disebabkan oleh virus dan sehingga juga memang dapat sembuh dengan sendirinya.

Hal ini harus diperhatikan juga bagi penderita diare dikarenakan banyaknya cairan tubuh yang terbuang, maka penderita diare sebaiknya juga harus banyak mengkonsumsi atau minum anti diare baik itu berupa oralit dan sejenisnya jika kondisi diare sudah menggangu aktifitas sehari-hari. Untuk kasus diare berkepanjangan biasanya lebih dari 2 minggu ini kemungkinan ada penyakit lainnya yang mendasari, misalnya HIV/AIDS, kanker daerah saluran pencernaan dan hal ini harus diperhatikan juga.

Hal yang perlu diperhatikan ketika diare menjadi bertambah parah:
  • Adanya tanda dehidrasi seperti pipis kental dan kuning, frekuensi berkemih kurang dari 4 kali perhari, demam, mata cekung, kulit kering. Pada anak-anak ciri dehidrasi adalah: menangis tetapi tidak keluar air mata, anak rewel (pada dehidrasi sedang) atau justru lemas (pada anak dehidrasi berat), ingin banyak minum (pada dehidrasi sedang) atau bahkan malah malas minum (pada dehidrasi berat)
  • Diare Tetap Bertahan di atas 2 minggu
  • Kram
  • Sakit perut
  • Kembung
  • Mual
  • Demam
  • Muntah
  • Diare biasanya hilang pada sendiri dalam waktu 48 jam yang tanpa obat. Hal yang paling penting yang dapat dilakukan adalah untuk tetap terhidrasi sementara diare berjalan saja apa adanya dan menghindari makanan yang akan membuat diare menjadi lebih banyak seperti makan-makanan pedas, makanan yang berserat
Diare dianggap parah ketika:
  • Berlangsung di atas 2 minggu
  • Keram perut yang parah atau sakit pada dubur
  • Darah dalam tinja
  • Tinja berwarna hitam
  • Adanya Demam
  • Adanya Tanda-tanda dehidrasi
Gejala diare ini dapat merupakan tanda-tanda kondisi seperti infeksi, penyakit iritasi usus, pankreatitis, kanker usus, atau penurunan kondisi kekebalan tubuh misalnya pada pasien HIV/AIDS.

Untuk mengobati diare maka harus segera atasi dehidrasi dengan oralit dan minum air putih dalam jumlah yang banyak. Jika kondisi mengalami mual dan muntah, maka segera berobat ke dokter, jangan spelekan diare karena diare juga bisa berefek pada kematian. Sekian semoga bermanfaat.

Matang Teungoh - Merupakan personal blog yang membahas seputar informasi yang bersifat umum. email : info@matangteungoh.com