Ingat, Jangan Terlalu Sering Mencuci Muka, Ini Dampak yang Terjadi

Memiliki kulit wajah yang bersih dan sehat merupakan dambaan setiap orang, khususnya para wanita. Segala macam usaha dilakukan untuk mendapatkan kulit cerah bersih dan mempesona, salah satunya dengan rajin mencuci wajah.

Tidak dimungkiri, mencuci wajah memang bisa membersihkan kotoran yang menutup pori-pori wajah. Tindakan ini juga dapat mencegah timbulnya jerawat, serta menjadikan tampilan kulit wajah lebih cerah.


Ingat, Jangan Terlalu Sering Mencuci Muka, Ini Dampak yang Terjadi

Baca juga: Mau Cantik? Jangan Sembarang Operasi 'Filler' dan Tanam Benang
 
Meski terdengar sangat bermanfaat, namun ternyata mencuci wajah tidak boleh dilakukan terlalu sering, lho! Karena, bila demikian, minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan alami wajah bisa ikut terbilas bersama air dan sabun yang Anda gunakan untuk mencuci wajah. Pada akhirnya, kondisi ini akan memicu kekeringan pada kulit.


Kulit wajah yang kering atau tidak terjaga kelembapannya dapat menyebabkan terjadinya kondisi-kondisi berikut ini:


1. Mudah iritasi
Saat kulit menjadi lebih kering, elastisitasnya pun menjadi sangat berkurang. Hal ini membuat kulit lebih mudah untuk teriritasi. Kulit yang iritasi lebih mudah terluka, bahkan bila Anda hanya menggaruknya secara perlahan.


2. Mudah infeksi
Minyak alami yang ada pada kulit tak hanya untuk melembutkan dan melembapkan, tapi juga untuk menghalangi paparan mikroorganisme berbahaya. Jadi, jika Anda terlalu sering mencuci wajah, kandungan minyak alami di wajah akan hilang, dan wajah akan lebih mudah terkena infeksi kuman atau bakteri.


3. Keriput dini
Kekeringan yang terjadi di kulit akibat terlalu sering mencuci wajah dapat meningkatkan risiko terjadinya keriput dini. Hal ini bisa terjadi karena wajah kehilangan kandungan minyak alami (sebum), yang bermanfaat untuk melembutkan, melembapkan dan menjaga elastisitas kulit wajah.


4. Semakin berminyak
Terlalu sering mencuci wajah dapat membuat wajah Anda menjadi sangat berminyak. Hal ini bisa terjadi karena hilangnya minyak alami di wajah akibat terlalu sering mencuci wajah turut memicu kelenjar minyak untuk semakin giat memproduksi minyak.


Perhatikan ini sebelum mencuci wajah


Berapa kali normalnya seseorang harus mencuci wajah? Jawabannya adalah tergantung kondisi wajah masing-masing individu. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:


•  Jenis kulit
Bagi pemilik kulit kering, batasan untuk mencuci wajah dalam sehari adalah satu kali. Sedangkan, jika Anda mempunyai jenis kulit berminyak atau kombinasi, cuci wajah dapat dilakukan 2 kali sehari.
Sementara itu, jika Anda adalah pemilik kulit sensitif, para ahli menganjurkan untuk mencuci wajah hanya di pagi hari dengan menggunakan air bersih saja, tanpa sabun atau produk pencuci wajah lainnya.


•  Aktivitas atau pekerjaan
Jika kerap melakukan aktivitas atau bekerja di luar ruangan, Anda dianjurkan untuk lebih sering mencuci wajah. Sebaliknya, bila Anda bekerja di dalam ruangan ber-AC, sebaiknya jangan terlalu sering mencuci wajah. Ini karena AC dapat menarik kelembapan alami dari kulit wajah Anda.


•  Waktu
Waktu terpenting untuk mencuci wajah adalah malam hari sebelum tidur. Karena, setelah beraktivitas seharian, wajah Anda akan penuh dengan debu, kotoran, dan keringat, sehingga bila tidak dibersihkan jerawat dan gangguan lainnya bisa saja terjadi di wajah Anda.


Matang Teungoh - Merupakan personal blog yang membahas seputar informasi yang bersifat umum. email : info@matangteungoh.com